Bisnis harus sesuai passion!
Pernah denger kata-kata itu? Pasti pernah dong apalagi buat yang suka sama bisnis. Kata-kata kaya gitu sering banget keluar dari para trainer, pebisnis, dosen, dan bahkan dari mulut orang-orang yang gak pernah coba masuk di dunia bisnis. Tapi, apakah kata-kata itu bener?
Menurut aku itu gak 100% bener! Bisnis sesuai passion itu bagus emang, siapa juga sih yang gak mau ngerjain sesuatu yang dia sukain? Tapi jangan lupa, kalau passion bukan satu-satunya jalan untuk menentukan bidang bisnis! Gini, bisnis sesuai passion itu emang bagus tapi jangan lupa kalau bisnis yang gak sesuai sama passion juga belom tentu kalah bagus.
Coba deh bayangin, kalo bisnis harus sesuai passion, siapa yang mau bisnis sedot WC? Hahaha apa coba yang mau dipassionin dari bisnis sedot WC?? Tapi buktinya sedot WC adalah salah satu bidang bisnis yang menguntungkan ya gak? Kalo gak ada bisnis sedot WC, ketika WC kita mampet siapa yang mau bantu? Jadi sedot WC selain menguntungkan juga helpful. Bener?
Selain sedot WC, pasti banyak kok pebisnis yang bisnis gak sesuai passionnya. Kaya misalnya seorang cowo yang buka salon cewe atau bapak-bapak yang buka usaha mainan anak-anak. Dan apakah semua pebisnis rokok juga ngerokok? Belum tentu kan!
Jangan baper sama passion kamu, anggaplah kamu suka bermusik, tapi pas kamu coba masuk industri musik berkali-kali kamu gagal. Terus kamu dapat peluang buat jalanin bisnis sedot WC yang menguntungkan. Apa kamu mau maksain buat bisnis musik dan mengabaikan sedot WC itu? Kalo iya, sorry to say kamu bodoh. So inget bisnis gak selamanya harus sesuai passion!
Terus gimana dong solusinya Bro Anggara? Buat solusi memilih bidang bisnis aku ambil dari bukunya Yasa Singgih (seorang anak muda asal Indonesia yang berhasil masuk Forbes 30 under 30) yang berjudul Never too Young to Become a Billionaire. *Izin kutip ya bro Yasa hehe
Jadi dalam memilih bidang bisnis ada 4 puzzle yang harus dilengkapi, boleh dimulai dari satu potongan puzzle, dua potongan puzzle, dan pada akhirnya harus memenuhi semua potongan puzzle tersebut. Apa aja potongan puzzle tersebut? Opportunity, Money, Helpful, dan Passion. (maaf kalau ada kesalahan dari penyebutan nama potongan puzzle)
Jadi dalam bisnis, yang pertama kamu harus memenuhi minimal salah satu potongan puzzle tersebut dan selagi menjalankan bisnis harus kamu lengkapi satu-per-satu. Contohnya gimana?
Gini, sebut aja Adi ingin berbisnis sesuai dengan passionnya yaitu di sesuatu bidang yang dia sangat sukai. Ketika dia mulai menjalankan dia sangat semangat, tetapi seiring berjalannya waktu dia tidak kunjung mendapatkan profit, dan setelah dia minta pendapat para expert dalam bidang bisnis ternyata bisnis yang dijalankan oleh Adi memang tidak terlalu profitable sehingga tidak layak untuk dijalankan. Nah ini masalahnya, Adi gak boleh maksain buat jalanin bisnis tersebut karena akan capek sendiri tanpa hasil (Money) dan juga gak ada peluang besar (Opportunity).
Contoh lain dari sedot WC (kok seneng banget ya bahas sedot WC :() gak mungkin si Adi itu passion sama sedot WC. Pertama yang diperhatikan adalah Helpfulnya karena Adi ingin memecahkan masalah tentang WC mampet. Ternyata, seiring berjalannya waktu ada peluang besar dan uang besar menanti (Opportunity dan Money ceklis). Karena sangat senang akan bisnisnya yang sustainable dan profitable Adi menjadikan bisnisnya sebagai passionnya (Setidaknya dalam bidang manajemennya), lengkap deh puzzlenya! Kamu gak harus bisnis sesuai passion, tapi kamu harus passionkan bisnismu kelak!
Jadi inget ya guys, jangan terlalu kemakan omongan orang-orang bahwa bisnis itu harus sesuai dengan passion, karena bisnis tuh gak selamanya harus sesuai dengan passion. Temukan potongan puzzle yang kamu miliki, penuhi puzzle seiring dengan berjalannya waktu, dan jangan maksain kalau puzzlenya pada akhirnya gak bisa penuh. InshaaAllah bisnis kamu bakal sustainable dan profitable.
.
.
Sekian sharing dari saya kali ini, see u in the next article! :)
Helpful article. Make me want to see the next!
ReplyDelete