
Haloo guys
Kali ini aku mau share tulisan pertama di blog ini :D Tulisan pertama yang aku share ini masih ambil dari tulisan yang pernah aku share di socmed. Jadi disini aku mau jelasin kalo kita tuh sebenernya boleh-boleh aja, sah-sah aja kalo mau jadi orang males, but inget, lo harus rasional!
Gimana tuh ceritanya orang dibolehin males, ada syaratnya lagi harus rasional? Go check it out!
Waktu itu aku lagi asik makan sama Gunawan (salah satu owner SATU juga) tiba-tiba muncul obrolan menarik tentang rasionalitas dalam menentukan tujuan. Pembicaraan menarik itu dimulai ketika dia bilang 'Ga, jadi orang males tuh boleh kok, gak salah, tapi harus rasional'
Kita nemuin kalo kadang kita suka bingung nentuin 'apa aku harus kerja keras, atau lakuin apa yang aku suka?'
Gimana sih males yang rasional? Jadi males yang rasional adalah ketika kita menginginkan hidup bermalas-malasan dengan cara yang rasional, ketika kita ingin bermalas-malasan pada umur 40 tahun sampai tua, kita harus bekerja keras dari sekarang sehingga kita mendapatkan financial freedom sebelum umur 40. Ketika kita mendapatkan financial freedom sebelum umur 40, maka ketika sudah umur 40 kita bisa males-malesan, tidur-tiduran, nonton tv sesuka hati.
Kadang banyak temen yang pas ditanya 'eh kamu gak coba usaha, jadi rajin?' Kebanyakan jawab 'enggak ah, aku kan orangnya pemales, santai aja kali' Kita usaha 10 tahun kerja keras terus bisa males-malesan, dia males-malesan 10 tahun tapi bakal kerja banting tulang seumur hidupnya (wah rajin banget) see? Jadi siapa yang males, siapa yang rajin?
Kalo kita suka nongkrong, seneng ngabisin duit, kita harus kerja keras di usia muda biar bisa nongkrong sesuka hati. Kadang ada aja temen yang 'ah ga gaul kamu ga nongkrong, nongkrong yuk masa hidup kamu ga asik malah bisnis terus'... Liat dalam 10 tahun ke depan, setelah kita sukses mungkin kita nongkrong langsung di Eropa? Di Italia, Pra ncis, dll. And we will see, siapa yang sebenernya lebih gaul.
Ketika kita tau kalo kita suka nonton bola, banyak yang ngajak 'nonton bareng yuk, masa gak pernah nonton bola sih kamu sibuk terus' 'masa lo gak update bola sih, malah sibuk sana sini' 'ah bukan fans bola sejati lo' coba bayangin ketika kita kerja keras bangun karir di usia muda, jangankan nonton bola bro, mau guling-guling di Camp Nou aja bisa:(
Seperti apa yang dibilang sama Bob Sadino 'ketika yang lain terlelap, kamu bergerak. Ketika yang lain bergerak, kamu bertindak. Ketika yang lain bertindak, kamu harus udah sukses! Kita harus selalu berusaha satu langkah lebih maju dari orang lain, dan ketika setelah 10 tahun kita kerja keras, kita mungkin bakal nonton langsung di Santiago Bernabeu, selfie langsung di Old Trafford, liat langsung Messi di depan mata. Eh malah yang 'katanya' penggila bola lagi usaha keras banting tulang. Jadi, siapa yang hobi nonton bola?
Hal ini bisa diterapin di semua bidang, gak cuma males-malesan, nongkrong, atau nonton bola aja. Yang pasti, kalau kamu suka akan suatu hal, usahalah yang keras. Jangan korbanin waktu muda kamu buat leha-leha, malah nanti pas udah tua kamu gak bisa lagi jalanin apa yang kamu mau itu. Kita udah harus belajar serius, buat nata masa depan yang baik.
Bong Chandra pernah memberi 1 quotes di bukunya yang berjudul The Science of Luck yang menyadarkan saya untuk cepat berubah 'Berubahlah sebelum waktunya berubah, karena kalau kamu berubah ketika waktunya berubah, maka kamu sudah terlambat'
Teruslah berfikir dan bermimpi besar sebesar mungkin. Tapi jangan lupa breakdown mimpi-mimpi besarmu itu menjadi langkah-langkah konkrit yang rasional!
.
.
Ya, setelah baca sharing saya di atas gimana? Semoga bermanfaat and see u in the next article.
Keren bro...
ReplyDelete