Rezeki Sudah Ada yang Atur, Benarkah?
Di kesempatan kali ini aku mau bahas tentang kata-kata yang sering banget keluar dari masyarakat Indonesia bahwa rezeki itu udah ada yang atur, apakah benar?
Ya benar, rezeki emang udah ada yang atur. Di setiap agama pasti ngajarin kalau kita harus kerja keras tapi jangan lupa buat ikhlas dan berdoa kepada Tuhan karena Tuhan sudah atur rezeki kita sebagai manusia. Tapi kenapa masih aja ada yang hidup kekurangan, apakah Tuhan gak ngasih rezeki pada dia?
Sebelum bahas lebih lanjut, yuk baca kisah ini terlebih dahulu!
Pada suatu hari di dalam sebuah perusahaan, sang owner perusahaan tersebut memutuskan untuk mengambil liburan keliling Eropa selama satu bulan sekaligus melakukan meeting disana. Karena perusahaan harus tetap berjalan, owner tersebut memberi amanah kepada 3 manajer terpercayanya.
Ketiga manajer diberi dana sebesar Rp. 20 Miliar untuk menjalankan proyek pembangunan di 3 kota besar yaitu di Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Selama sang owner berlibur di Eropa, ketiga manajer mengerjakan tugasnya masing-masing.
Selepas berlibur dari Eropa, sang owner meminta laporan dari masing-masing manajer.
Manajer pertama yang menjalankan proyek di Jakarta ternyata menghasilkan revenue sebesar Rp. 100 Miliar karena telah melakukan deal dengan kontraktor, melakukan pemasaran dengan sangat baik dan telah berhasil menjual banyak unit properti bahkan sebelum pembangunan rampung.
Manajer kedua yang menjalankan proyek di Bandung menghasilkan revenue sebesar Rp. 50 Miliar karena telah melakukan deal dengan kontraktor dan berhasil menjual beberapa unit properti tetapi karena pemasaran yang dilakukan tidak segencar manajer pertama maka revenue yang dihasilkan pun tidak sebanyak manajer pertama.
Manajer ketiga yang menjalankan proyek di Surabaya ternyata setelah diminta laporannya oleh sang owner tidak mendapat revenue sama sekali. Karena dia tidak berusaha keras dan terlalu santai juga tidak berani mengambil resiko. Uang yang diberi untuk menjalankan proyek ternyata belum digunakan karena dia terlalu banyak membuat persiapan rencana proyek tetapi tidak mengambil action.
Tentu saja sang owner memberi bonus sangat banyak kepada manajer pertama, dan juga memberi bonus yang lumayan banyak pada manajer kedua, Tetapi kepada manajer ketiga tidak diberi bonus sama sekali, malah hanya dimarah-marahi saja,
Apa hal yang bisa diambil dari cerita di atas?
Jadi seringkali kita terlalu terlena dengan kata-kata 'rezeki sudah ada yang atur' tetapi lupa untuk bekerja keras, toh udah ada yang atur?
Cerita antara sang owner dengan manajer mungkin ada hubungannya dengan Tuhan dan manusia. Bayangin aja kalian yang jadi sang owner, udah pasti kalian kasih rezeki lebih ke manajer pertama kan, karena dia udah kerja keras! Gak mungkin kamu rela kasih uang banyak ke manajer ketiga karena dia kerja aja enggak.
Begitupun Tuhan, Tuhan pasti kasih rezeki lebih ke orang yang rajin dan mau kerja keras, gak akan kasih pada orang yang kerjaannya hanya mengeluh terus tanpa mau ambil action. Tuhan bukan tidak memberi rezeki kepada orang miskin, juga bukan terlalu menyayangi orang kaya dan memberinya banyak rezeki, bukan begitu.
Walau rezeki memang sudah benar ada yang atur, tetapi tetap saja kita sebagai manusia jangan terlena dengan 'janji rezeki' karena rezeki itu udah harusnya kita kejar bukan kita tunggu! Rezeki yang sudah direncanakan diberikan pada kita bisa aja diambil orang kalau orang tersebut bekerja dengan lebih rajin daripada kita!
Rezeki memang sudah benar ada yang atur, Dan Tuhan tidak membenci orang malas, tetapi Tuhan mengizinkan orang rajin mengambil rezekinya orang malas!
.
.
Semoga tulisan kali ini berguna buat banyak orang, jangan lupa amalkan dan sebarkan ilmu yang kamu dapet, See u in the next article!

Bermanfaat sekaleee
ReplyDelete